Global Warming=Nasehat Guru

Mungkin Tuhan mau memperingatkan, atau bumi mulai murka dengan tingkah laku kita terhadap alam. Akhirnya terjadilah kerusakan alam dimana-mana, ditambah lagi umur bumi yang sudah tua.

Dulu ratusan juta pohonberdiri tegak di alam raya Indonesia, apalagi di seluruh dunia. Aliran sungai yang jernih memancarkan kilauan cahaya seakan menyatakan cinta pada seluruh makhluk hidup yang ada.

Jutaan pasang mata terpikat dengan bersihnya lingkungan sekitar tanpa adanya sampah. Kini satu persatu pohon telah runtuh, tumbang di babat manusia.

Sungai menjadi tempat untuk pembuangan sampah dan limbah. Jumlah smpah di dunia mencapai 3kali lipat dari jumlah manusia yang ada di seluruh dunia. Bagaimana nasib bumi kita selanjutnya?.

Apakah GLOBAL WARMING= Nasihat Guru, masuk telinga kanan keluar telinga kiri?.

Lapisan Ozon yang melimdungi bumi dari pancaran langsung simar ultraviolet pun semakin menipis.

Nasib bumi pun semakin tak karuan. Apalagi sangat minimnya pohon untuk dijadikan pelindung kedua bagi bumi dari pancaran langsung sinar Matahari. Akhirnya permukaan air pun semakin meluap dan meningkat, karena melelehnya es di kutub.

Ditambah lagi dengan banyaknya bencana alam yang terjadi di dunia belakangan ini. Tuhan marah, alam rusak, tetapi manusia masih saja acuh terhadap lingkungannya.Itulah yang menjadi sebab utama dari terjadinya bencana alam di dunia.

“Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang ghaib dan Allah Maha melihat apa yang kamu kerjakan”(QS Al-Hujurat:18)

Umur bumi tak lagi belia, tetapi manusia sebagai makhluk yang paling sempurna tak pernah sadar akan tugas nya merawat lingkungan sekitarnya.Apakah kita mau membiarkan ribuan pulau di dunia hilang begitu saja?. Alam semakin lama semakin rusak?.

Jangan malas, jangan putus asa!!. Ayo intropeksi diri mulai dari sekarang. Penghijauan masih bisa dilakukan, sampah masih dapat di daur ulang, car free day masih bisa di realisasikan. Pemanfaatan energi surya juga menguntungkan.
Dengan begitu kita senang, bumi pun tetap sehat. Sekarang kita asumsikan bumi kita di 20tahun mendatang apakah anak cucu kita masih bisa melihat indahnya sunset dan sunrise? merasakan sejuknya hutan yang hijau dan rindang?.
Semua tergantung usaha kita untuk merawat bumi milik kita. Bangkit dan teriakkan I Love My Earth..

Iklan

6 Tanggapan

  1. Basah????

  2. mat bersaing juga

  3. numpang lewt ndull..
    ahaha..

  4. wwahh.,
    postingan.e kalah iia..
    kapogk..

  5. tulisan g spiro akeh ae gy…….
    mek nulis to’. g tw nglako’no ae ko’!!!!

  6. bacaan jangan di lihat dari tulisan tapi di lihat dari ilmu dan manfaat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s